Sifat Orang Cerdas Yang Berbeda Dari Orang Kebanyakan

jenius

Seseorang yang cerdas biasanya memiliki sifat yang berbeda dari orang kebanyakan bahkan banyak yang menyimpang dari perilaku sehari-hari, seperti yang zipzr.com kutip dari liputan6 berikut.
Anda mungkin lebih cerdas daripada yang pernah Anda pikirkan selama ini, walaupun faktanya tidak ada yang dapat benar-benar mengukur kecerdasan seseorang. Ya, beberapa tes, penelitian, dan studi pernah dilakukan untuk mencari tahu kebenaran dari kecerdasan atau IQ tinggi seseorang.

Kecerdasan seseorang biasanya dilihat dari bagaimana orang tersebut menerima informasi, kapasitas menggunakan logikanya, memahami, menjaga dirinya, kreativitas, dan mempelajari sesuatu untuk memecahkan masalah. Namun, ternyata ada beberapa tanda kecerdasan atau IQ tinggi yang tidak pernah Anda tahu, seperti dilansir dari yourtango.com, Selasa (3/1/2017).

1. Penyakit mental
Sebuah studi menemukan hubungan antara protein tertentu dengan memori dan rasa ingin tahu dikaitkan dengan penyakit bipolar dan skizofrenia. Bahkan studi lainnya menyatakan bahwa kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk mengetahui persamaan matematika yang kompleks dan informasi dengan proses yang cepat juga dapat menempatkan orang tersebut pada risiko terkena penyakit mental lainnya.

2. Mengumpat
Jika Anda menemukan bahwa diri sendiri lebih sering mengumpat daripada orang lain, ini bukan berarti sesuatu yang buruk, ilmu pengetahuan mengatakan hal sebaliknya. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Language Studies menemukan bahwa orang yang sering mengumpat memiliki kosakata yang lebih besar, terkait dengan kecerdasan atau IQ tinggi, daripada mereka yang tidak pernah mengumpat.
Mengambil risiko

3. Mengambil risiko
Sebuah studi di Finlandia menemukan bahwa orang yang terbuka dengan tantangan baru dan tidak takut mengambil risiko cenderung merupakan orang yang cerdas. Penelitian ini menggunakan simulasi mengemudi dan menemukan bahwa peserta yang membuat keputusan berisiko selama tes memiliki materi otak lebih putih, area otak yang berhubungan dengan fungsi kognitif.

4. Malas
Sebuah studi dari Florida Gulf Coast University menemukan bahwa orang cerdas cenderung lebih malas, karena mereka memiliki rentang perhatian yang panjang. Orang-orang yang memiliki otak lebih besar merasa tidak harus terus menerus melakukan sesuatu, mereka lebih memilih duduk dan berpikir.
Urutan lahir

5. Urutan lahir
Hampir semua orang memahami bahwa anak sulung dalam sebuah keluarga cenderung menjadi orang-orang yang bisa mendapatkan apapun, karena mereka mendapat perhatian besar dari orang tua.
Sebuah studi menemukan bahwa anak sulung cenderung memiliki lebih banyak aturan untuk diikuti dan pengawasan yang lebih intens, terutama dalam hal pekerjaan rumah.

6. Gelisah
Sebuah studi di Suny Downstate Medical Center, New York menemukan bahwa orang dengan IQ tinggi cenderung lebih mudah cemas. Karena Anda terus menerus memikirkan berbagai hal, situasi, dan melihat masa lalu sebagai sesuatu yang bisa mempengaruhi masa depan Anda. Namun, Anda juga sangat baik dalam memecahkan masalah, pemikiran kritis, dan penalaran abstrak.
Pecinta kucing

7. Pecinta kucing
Para peneliti dari Caroll Universitu menganalisa 600 peserta dan menemukan bahwa pecinta kucing memiliki nilai lebih tinggi pada tes kecerdasan, daripada mereka yang mencintai anjing.

8. Ateis
Tinjauan dari 35 penelitian ilmiah menemukan bahwa orang yang memiliki pandangan naturalistik pada dunia umumnya juga lebih cerdas, daripada orang yang religius.