8 Fakta Menarik Kayu Jati

Kayu Jati

Kayu jati. Hanya dengan mendengar namanya saja, pasti sudah tergambar di kepala Anda sebuah jenis kayu yang kuat, tahan lama, tidak mudah lapuk, indah, dan harganya mahal. Pohon jati memang sudah bukan pendatang di kehidupan sehari-hari orang Indonesia. Tak sulit menemui pepohonan jati yang menjulang tinggi di seluruh wilayah di Indonesia. Pohon jati yang dapat tumbuh dengan subur di keadaan iklim tropis Indonesia membuatnya tidak hanya dapat tumbuh di daerah pegunungan, namun juga di daerah perkotaan. Cukup dengan sedikit usaha pencarian, Anda akan dapat menemukan perkebunan jati di sekitaran kota metropolitan. 

Jenis kayu yang satu ini memang menjadi salah satu pilihan terbaik dalam banyak hal. Sebut saja pembangunan rumah, material furnitur, pajangan, dan material selain keramik untuk lantai. Harganya yang tinggi tidak membuat antusiasme masyarakat surut untuk menggunakan kayu jenis ini. Jika Anda sedang membangun rumah, atau membuat furnitur berbahan dasar kayu, sebaiknya Anda mengecek berbagai harga papan kayu yang biasa dijual di pasaran, sehingga Anda bisa mendapatkan jenis kayu terbaik untuk besaran bujet yang Anda miliki.

Selain karakteristik kuat, tahan lama, dan dihargai tinggi yang telah banyak diketahui masyarakat luas, ada beberapa fakta mengenai kayu jati yang juga menarik untuk Anda ketahui, lho. 

1.    Pohon jati merupakan tumbuhan asli Asia bagian Selatan dan Tenggara
Tumbuhan jati awalnya tumbuh di daerah Asia Selatan, lebih tepatnya India, lalu dibawa dalam proses perdagangan ke seluruh penjuru Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Myanmar, Malaysia, dan Thailand. Kondisi alam wilayah Asia Selatan dan Tenggara yang tropis dan memiliki curah hujan yang tinggi menjadi tempat yang tepat untuk pohon jati untuk tumbuh. Setelah tumbuh subur di Asia Selatan dan Tenggara, pohon jati kemudian mulai dibudidayakan di daerah sekitar ekuator lainnya seperti Afrika dan Amerika Selatan. 

2.    Indonesia menjadi negara nomor satu produsen kayu jati kualitas terbaik di dunia
Dari seluruh negara Asia Selatan dan Tenggara, Indonesia menjadi negara yang menduduki peringkat wahid penghasil kayu jati berkualitas terbaik di dunia. Disusul di belakangnya oleh Myanmar yang juga tidak mau kalah untuk memproduksi jenis kayu yang terkenal kuat ini. Sektor perhutanan Indonesia memang cukup signifikan di negara agraris ini. Sampai 2013, setidaknya sektor ini telah menyumbang 1% dari pendapatan nasional tahunan.

3.    Pohon jati dapat tumbuh sampai mencapai ketinggian 40-45 meter
Salah satu hal menarik yang perlu diketahui dari pohon jati adalah tinggi pohonnya yang bisa mencapai tinggi 40-45 meter dari permukaan tanah.
 
4.    Kayu jati memiliki banyak kandungan minyak sehingga tahan dalam berbagai cuaca
Salah satu hal yang membuat jati dikenal awet dan tahan lama adalah karena kandungan minyak yang tinggi pada kayu jati. Kandungan minyak inilah yang memungkinkan kayu jati dapat bertahan di segala jenis cuaca, bahkan yang ekstrim sekalipun.
 
5.    Kayu jati awalnya digunakan dalam konstruksi kapal laut
Tidak hanya berguna untuk pembangunan rangka dan tiang rumah, atau furnitur, penggunaan awal kayu jati ternyata ditemukan pada pembangunan kapal laut, lho!

6.    Kayu jati tahan terhadap rayap
Gangguan rayap merupakan hal yang tentu sangat menyebalkan. Furnitur yang tadinya dibuat sekuat dan sebaik mungkin, seiring berjalannya waktu, ternyata rusak karena serangan rayap yang bersarang di dalam material kayu. Rayap akan memakan partikel-partikel kayu sehingga kayu semakin lama akan semakin lapuk, dan merusak kekuatan dan estetika hunian Anda. 

7.    Pohon jati berumur 40-80 tahun adalah yang paling baik kualitas kayunya
Good things take time. Begitulah pepatah lama yang ternyata dapat terbukti kebenarannya. Untuk mendapatkan pohon jati berkualitas terbaik, diperlukan waktu sekitar setengah abad sejak pertama kali bibit ditanam di tanah sampai akhirnya bisa ditebang untuk diolah mejadi bahan konstruksi bangunan, lantai atau material pembuatan furnitur. Cukup lama, bukan?

8.    Kayu jati harus dikeringkan selama 1-2 tahun sebelum dapat digunakan sebagai bahan konstruksi
Setelah menunggu selama setengah abad untuk dapat menebang pohon jati, ternyata kayu jati yang diperoleh dari hasil tebangan tidak bisa langsung digunakan. Kayu jati harus melalui proses pengeringan selama 1-2 tahun sejak ditebang sampai benar-benar bisa diolah menjadi banyak hal. 

Nah, itulah 8 fakta menarik mengenai kayu jati yang perlu Anda ketahui. Meskipun begitu, sebaiknya Anda menyesuaikan jenis kayu yang akan Anda pilih dengan bujet yang Anda miliki. Jika Anda tidak memiliki cukup bujet untuk membeli kayu jati, ada banyak pilihan kayu lain yang dapat Anda pilih sebagai alternatif, yang tentunya akan lebih bersahabat untuk kantong Anda.

Comments